Penerapan Pendekatan STAD

Penerapan Pendekatan STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas, Kreativitas, dan Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Faktorisasi Suku Aljabar Kelas VIII SMP Negeri 6 Kota Mojokerto

Oleh:

Novia Dwi Anggraini

NIM. 06320030

Program Studi Pendidikan Matematika

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

1. Latar Belakang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat penguasaan mata pelajaran matematika di bangku SMP. Model pembelajaran yang digunakan akan mempengaruhi cara belajar siswa. Dipilih pendekatan STAD untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Kota Mojokerto dan juga menjadi subyek penelitian

2. STAD (Student Team Achievement Division)

–        STAD (Student Team Achievement Division) adalah sebuah model pembelajaran kooperatif (pembelajaran dalam kelompok kecil untuk memaksimalkan proses belajar diri sendiri)

–        Pencetus model pembelajaran adalah Slavin tahun 1995

–        STAD merupakan pembelajaran dalam kelompok dan bertujuan untuk memajukan nilai tim, oleh karena itu setiap siswa harus memahami materi agar nilai tim tidak menurun

–        Konsep dasar STAD terbagi menjadi 5 bagian yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, dan rekognisi tim

3. Konsep Dasar STAD

a. Presentasi Kelas

Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab antar guru dan siswa. Dengan cara ini, siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka menentukan skor tim

b. Tim

Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akadenik, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Fungsi utama tim adalah memastikan bahwa anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik.

c. Kuis

Kuis akan diberikan kepada siswa setelah guru memberikan presentasi dan praktik secara individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis sehingga setiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya

d. Skor Kemajuan Individual

Skor kemajuan individual merupakan gagasan utama untuk memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai jika siswa bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya

–   Rekognisi Tim

Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain jika skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu

Kriteria Nilai Peningkatan
Nilai sempurna tanpa melihat nilai awal 30
Nilai kuis terkini lebih dari 10 poin nilai awal 30
Nilai kuis terkini 1-10 poin di atas nilai awal 20
Nilai kuis terkini turun 1-10 poin di bawah nilai awal 10
Nilai kuis terkini turun lebih dari 10 poin di bawah nilai awal 5

4. Aktivitas Siswa

Aktivitas adalah perbuatan untuk melakukan suatu tindakan. Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa untuk mengetahui pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam skripsi ini, yang dimaksud dengan aktivitas belajar siswa adalah kegiatan belajar yang meliputi 8  indikator dari aktivitas yang diambil dari Yamin(2007:101), meliputi:

–         Kegiatan visual                            – Kegiatan oral

–         Kegiatan mendengarkan               – Kegiatan menulis

–         Kegiatan menggambar                 – Kegiatan motorik

–         Kegiatan mental                           – Kegiatan emosional

5. Kreativitas Siswa

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya menjadi suatu karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan dan mencari alternatif pemecahannya melalui cara-cara berfikir divergen (Asrori, 2007:63).

Hal-hal yang diteliti untuk mengetahui kreativitas siswa meliputi 5 aspek yang diambil dari Suryosubroto (2009:224), yaitu:

–         Kelancaran

–         Keluwesan

–         Keaslian

–         Kertampilan Merinci

–         Ketrampilan Mengevaluasi

6. Prestasi Belajar

hasil kemampuan siswa yang diperoleh dari kegiatan belajar yang didapat melalui penilaian aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dan dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam jangka waktu tertentu dan memerlukan suatu pengukuran. Dalam hal ini yang disebut sebagai standar ukur biasa dikenal dengan SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimum).

7. Metodologi Penelitian

–         Jenis penelitian kualitatif deskriptif dan dikemas dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas

–         Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Juli-6 Agustus 2010 di SMP Negeri 6 Kota Mojokerto

–         Subyek yang diambil kelas VIII-C dengan jumlah siswa 25

–         Variabel yang diamati adalah aktivitas siswa, kreativitas, dan prestasi belajar

–         Data yang diperoleh berupa hasil observasi aktivitas siswa, hasil tes kemampuan berpikir divergen, dan hasil tes belajar siswa

8. Variabel Aktivitas Siswa

Variabel Indikator Deskriptor
Aktivitas Kegiatan Visual –         Siswa dapat memperhatikan penjelasan guru.

–         Siswa dapat mengamati jalannya diskusi kelompok.

–         Siswa dapat mengamati pekerjaan teman dalam satu kelompok.

Kegiatan Lisan –         Siswa dapat menjawab pertanyaan.

–         Siswa dapat mengemukakan pendapat.

–         Siswa dapat mengadakan suatu diskusi.

Kegiatan Mendengarkan –         Siswa dapat mendengar penjelasan guru.

–         Siswa dapat mendengar jalannya diskusi kelompok.

–         Siswa dapat mendengar percakapan antar teman dalam diskusi satu kelompok.

Kegiatan Menulis –         Siswa dapat menuliskan jawaban pertanyaan dalam diskusi.

–         Siswa dapat menulis laporan diskusi.

–         Siswa dapat mengerjakan latihan soal tes.

–         Siswa dapat menulis hasil diskusi dalam buku catatan.

Kegiatan Menggambar –         Siswa dapat menggambarkan materi yang telah dipelajari dalam diskusi.

–         Siswa dapat menggambarkan hasil diskusi ke dalam buku catatan.

Kegiatan Metrik –         Siswa dapat melakukan suatu percobaan dari materi yang telah dipelajari.

–         Siswa dapat membuat rancangan diskusi.

–         Siswa dapat mengatur jalannya diskusi.

Kegiatan Mental –         Siswa dapat mengingat materi.

–         Siswa dapat memecahkan soal.

–         Siswa dapat mengambil keputusan dalam diskusi.

–         Siswa dapat menganalisis hasil diskusi.

Kegiatan Emosional –         Siswa merasa gembira dalam pembelajaran.

–         Siswa merasa bersemangat dalam menjalankan diskusi.

–         Siswa merasa tenang dalam menjalankan diskusi.

–         Siswa berani mengungkapkan pendapat.

9. Variabel Kreativitas Siswa

Kreativitas Kelancaran Siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan berbagai cara dalam pengerjaan soal tes.
Keluwesan Siswa dapat menghasilkan jawaban dengan cara yang baru dan benar.
Keaslian Siswa dapat memberikan jawaban yang belum pernah dikemukakan sebelumnya.
Ketrampilan merinci Siswa dapat mengatasi permasalahan dengan langkah-langkah secara terperinci.
Ketrampilan mengevaluasi Siswa dapat memberikan penilaian atas jawaban yang mereka berikan.

10. Metode Pengumpulan Data

–         Metode tes kemampuan berpikir divergen untuk mengetahui kreativitas siswa

–         Tes hasil belajar untuk mengetahui prestasi belajar siswa

–         Observasi, untuk mengetahui aktivitas siswa

11. Teknik Analisa Data

A. Teknik Analisis Kreativitas Siswa

Teknik analisis tes kemampuan berpikir divergen memiliki  poin maksimal 3 untuk setiap indikatornya. Tingkat kreativitas siswa dalam satu kelas dapat menggunakan rumus

Pk: persentase kreativitas siswa dalam satu kelas

n  : Jumlah skor atau nilai yang diperoleh siswa dari setiap   indikator berpikir divergen.

3  : skor maksimal tiap indikator berpikir divergen

P  : jumlah siswa dalam satu kelas

Tingkat kreativitas siswa secara individu dapat diketahui dengan menggunakan rumus

Pi : persentase kreativitas siswa secara individu

n  : jumlah skor atau nilai yang diperoleh siswa dari setiap indikator berpikir divergen

3  : skor makasimal tiap indikator berpikir divergen

Q : jumlah indikator berpikir divergen.

Kriteria Kreativitas Belajar Siswa

Kriteria Tingkat Kreativitas Siswa Keterangan
Sangat Baik
Baik
Cukup Baik
Kurang Baik
Sangat Kurang

B. Teknik Analisa Aktivitas Belajar

Untuk menghitung persentase aktivitas belajar siswa dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Pa: persentase aktivitas siswa dalam satu kelas

m  : jumlah skor yang diperoleh tiap aktivitas

N  : skor maksimal

Kriteria Aktivitas Belajar Siswa Dalam Satu Kelas

Kriteria Tingkat Aktivitas Siswa Keterangan
Sangat Aktif
Aktif
Cukup Aktif
Kurang Aktif
Sangat Kurang

C. Teknik Analisa Prestasi Belajar Siswa

Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dapat menggunakan rumus sebagai berikut

Persentase Keberhasilan Tindakan Taraf Keberhasilan Nilai dengan huruf Nilai dengan Angka
80-100%

66-79%

56-65%

40-55%

30-39%

Baik Sekali

Baik

Cukup

Kurang

Gagal

A

B

C

D

E

5

4

3

2

1

12. Tahap Penelitian

a. Tahap Persiapan

  • Melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran matematika untuk menentukan waktu pelaksanaan penelitian, kelas penelitian, dan rancangan umum dalam pendekatan yang akan diterapkan.
  • Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan materi yang akan dibahas dan jenis pendekatan serta menyusun lember kerja siswa untuk bahan diskusi dalam belajar kelompok.
  • Menyusun tes kemampuan berpikir divergen yang digunakan untuk mengukur kreativitas siswa.
  • Menyusun lembar observasi yang memuat tentang indikator siswa aktif dalam pembelajaran.
  • Menyusun tes hasil belajar siswa yang diberikan setelah siswa belajar dalam kelompok dan digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa selama pembelajaran berlangsung.

b. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan adalah melakukan pembelajaran di kelas penelitian yang terdiri dari dua siklus dengan menerapkan pendekatan STAD yang telah tersusun dalam RPP untuk mengetahui aktivitas, kreativitas, dan prestasi belajar siswa dalam materi Faktorisasi Suku Aljabar. Tiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Setelah dilakukan refleksi dan penelitian pada siklus pertama terhadap proses serta hasil tindakan, akan direncanakan tindakan baru untuk siklus berikutnya.

c. Tahap Analisis Data

Pada tahap analisis data adalah tahap untuk mengolah data yang diperoleh dari tes kemampuan berpikir divergen, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa dan dilakukan setelah penelitian berlangsung

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: